kewajiban seorang istri
untuk kesekian kalinya di tahun 2013, saya kembali diingatkan mengenai kewajiban seorang istri. di tahun 2013 ini memang saya dan tim sedang mengerjakan beberapa project yang diharapkan untuk dapat diselesaikan tahun ini. dan pengurusan proyek proyek ini cukup menyita waktu dan pikiran. alhasil pekerjaan rutin saya keteteran dan baru dapat saya kerjakan setelah jam kerja. apakah itu kemauan saya? jelas tidak. tapi apa saya bisa memilih? bukan berarti saya bersikap selayaknya otang jawa yang 'nrimo'. tapi saya dibayar di perusahaan ini untuk menyelesaikan pekerjaan. ada perasaan lega di otak saya apabila saya telah menyelesaikannya di hari yang sama agar tidak menumpuk keesokan hari. apa saya salah? kemudian saya diingatkan untuk menyadari tanggung jawab terbesar saya sebagai istri. saya harus pulang sebelum suami saya tiba di rumah. karena tugas saya adalah mengurus suami. kalau saya mengingat hal itu, mau diperdebatkan seperti apa pun untuk mencari pembenaran atas tindakan saya, tetap saja ulu hati saya terasa sakit. mungkin karena rasa bersalah pada suami saya.
lalu, bagaimana membuat agar rasa sakit itu hilang?
ada beberapa alternatif yang ada dikepala saya saat ini:
1. tanyakan kepada suami. diskusikan.
2. memproduktifkan jam kerja saya. selesaikan sebelum jam kerja berakhir
3. dikarenakan saya paling enggan untuk membawa pekerjaan saya ke rumah, maka saya tidak menjadikan hal tersebut suatu alternatif
4. membagi pekerjaan saya kepada tim saya yang lain.
5. membuat list to do dengan detil. sehingga dapat lebih menyelesaikan pekerjaan sesuai schedule
pesan terakhir, kebahagian suatu keluarga ditentukan oleh keluarga itu sendiri. walaupun orang luar mengatakan hal tersebut terlihat tidak wajar, kembali lagi, kalian lah yang menentukan kebahagiaan itu. lakukan komunikasi. berikan pengertian. samakan persepsi. jalankan tanggung jawab yang terbaik.
semangat!
Komentar