I love wedding. Love when they laugh. Love when the groom said that magical words, we call it 'ijab qobul'. And how the bride smile after she hear that words. Love it.
Berdasar dari ke-absurd-an saya sama lelaki favorit saya di tahun 2002, dimana saat itu saya menggila-gilai dorama jepang yang berjudul "itazura na kiss", si pemeran lelakinya yang di dorama itu dipanggil "irie naoki" dan diperankan oleh takashi kashiwabara. Berikut cuplikan doramanya: Saya penasaran gimana kabar lelaki ini sekarang. Berdasarkan hasil gugling, diketahui bahwasanya: 1. Umurnya udah 37 skrg! 2. Tampilannya saat ini udah begini masak.. 3. Dia uda pernah 1x nikah dan cerai setelah 3 tahun pernikahannya 4. Konon katanya, kerjanya tidak prof lagi, jadi mulai kurang tenar di dunia dorama 5. Dan entah kenapa hanya info itu yang teranyar di awal tahun 2015 yang bisa didapat. *miris Sekian hasil penelusuran saya. Terima kasih.
Setiap orang pasti punya kisah percintaannya masing-masing. Hingga saat ini, hampir di setiap film menambahkan adegan drama percintaan sebagai pemanis cerita. Kenapa? Sepertinya karena drama percintaan selalu sukses mengena di imajinasi setiap orang yang menonton, membaca, atau mendengarnya. Baik itu drama percintaan dengan ending bahagia ataupun tidak. Segala kisah percintaan setiap orang, pasti berbeda. Penyelesaian kisah percintaan pun pasti tidak hanya membutuhkan logika, tapi juga perasaan. Se-sadis"nya ending dari kisah percintaan, ingatlah, mereka pernah mewarnai hari-harimu. Tidak perlu berlebihan membenci, sewajarnya saja. Ikhlaskan kebahagiaannya akan lebih menenangkan dan membuatmu lebih semangat mencari kebahagiaan hidup yang lain. "Kenang yang indah. Kenang yang memiliki kesan dihati dan yang membuat kita tersenyum saat kita mengingatnya." Happy birthday galih ngesti purbasesanti. We love you. :)
Setelah sekian lama terlalu asik naek transjakarta (lebih tepatnya sejak patas ac 76 dan 16 sudah tidak beroperasi), baru hari ini tiba saatnya memulai kembali naek bis kota atau kopami jurusan mangga dua-senen. Terbiasa naek transjakarta, bikin gw lupa, gimana kondisi bis" jakarta pada umumnya. Berikut beberapa perbedaan yang gw temukan: 1. Kalau di transjakarta, hampir semua penumpang bebas maen hp didalamnya. Di bis? Sekali lo keluarin, bisa jadi sasaran tindak kriminal. 2. Di bis, semua 'hiburan' ada didalamnya, ya pengamen, ya tukang jualan, ya pengemis, ya preman. Di trans? Hiburannya ada, tapi mereka ga boleh menghibur di dalem trans. 3. Kondisi kendaraan. As you know, bis kondisinya ya begitu ya, tidak ada bis baru, dan kebiasaan penumpangnya buang sampah di dalam bis bikin parah kondisi. Di trans jakarta, semua baru bisnya, dan karna tidak diperbolehkan makan di dalamnya, jadi so pasti, ga ada sampah. 4. Masih inget kan gimana cara nyetopin bis? Ketok langit...
Komentar