Lebaran, ya ke pasti ke solo

Sedari saya lahir dan mbah masih hidup, sampai dengan saya telah menikah dan mbah telah meninggal, kalau sudah berbicara tentang lebaran, ya tetap saja akan berpulang ke solo. Melihat perkembangan kota ini sedari tak ada mall, sekalinya ada mall malah kebakaran, dan hingga saat ini, sudah ada mall dan apartemen. Ya, solo sudah sangat maju. Tapi bukan itu fokus yang mau saya bicarakan dalam sesi kali ini.

Ini tentang keluarga besar yang sangat besar. Yang membuat kami selalu kembali ke solo. Ibu saya anak ke-3 dari 12 bersaudara. Bapak saya anak ke-3 dari 5 bersaudara. Dari seluruhnya, habya 2 orang yang tinggal di jakarta. Jadi, jelas, solo macam kota tempat seluruh keluarga tinggal. 

Berada di solo, seperti kota kedua tempat tinggal saya, dimana pun saya berjalan, selalu siap ditemani saudara" saya. Selalu ada alasan kembali kesana. Seperti yang satu ini.


Moment langka. Sangat berkesan. Melihat pertumbuhan mereka (dimana saya hanya kesana setiap tahun sekali), membuat saya kembali ke realita, bahwa: 
1. keluarga adalah segalanya. 
2. Uang bisa dicari, rezeki dijamin Allah
3. Jadilah wiraswasta maka rejeki mu akan dilipatgandakan berkali kali lipat

Terkadang saya mempertanyakan, kenapa passion mereka terhadap ilmu dan karir tidak sebesar penduduk jakarta yang saya kenal. Passion mereka adalah menikah, meneruskan keturunan, berkeluarga. Bukan uang. Bukan pendidikan. Bukan karir. Tapi mereka bahagia, tidak merasa kekurangan, bebas stres. Ilmu yang masih saya pelajari hingga saat ini. Berserah pada Allah dan yakin bahwa apapun yang dilakukan, yang bertujuan untuk mendekatkan diri padaNya, maka rezeki keluargamu akan dijamin olehNya. Super.

Memang hidup harus seimbang. Begitupun dengan passion. Yakin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar takashi kashiwabara di 2014?

Romansa percintaan

Celotehan Bis umum versus trans jakarta